Unai Emery Tak Ingin Cari Alasan Terkait Kekalahan Arsenal

Unai Emery selaku pelatih Arsenal tidak ingin mencari pembelaan atas kalahnya Arsenal ketika melawan Manchester United. Menurut Emery, pasukannya mmeang kalah kelas jika dibandingkan dengan pasukan United.

Arsenal harus menjamu United pada pertandingan babak ke-4 FA Cup. Pada Meski bermain di kandang sendiri, Arsenal harus puas dengan kekalahan 1 – 3 atas United. Tiga gol tersebut tercipta melalui aksi Alexis Sanchez, Jesse Lingard dan juga Anthony Martial, sedangkan gol Arsenal dibuahkan oleh Pierre-Emerick Aubameyang.

Emery mengaku bahwa performa pasukan United sangat baik, oleh karena itu ia tidak mau mencari-cari alasan dari kekalahan timnya tersebut.

“United benar-benar tajam, mereka luar biasa.”

“Saat kami melakukan serangna, kami memang berhasil masuk ke area pinalti mereka, namun kami tidak bisa mencari celah dari sana, pertahanan mereka sangat ketat.”

“Kami seharusnya layak mendapatkan hasil yang lebih bagus, namun lawan yang kami hadapi adalah Manchester United yang sedang berada dalam momentum terbaik mereka musim ini. Banyak pemain top disana yang dapat memberikan perbedaan, lihat saja Marcus Rashford dan Martial yang masuk sebagai pemain pengganti, mereka sangat luar biasa.”

Sayangnya Emery kembali menuai kritikan karena tidak memainkan Mesut Ozil sejak awal pertandingan. Ozil baru dimainkan pada babak kedua untuk menggantikan posisi Alex Iwobi.

Namun Emery memutuskan untuk tidak menanggapi komentar tersebut. Ia mengatakan pilihan yang ia buat adalah pilihan terbaik untuk timnya.

“Pada akhirnya saya memainkan Ozil, sebenarnya saya bisa memainkan pemain lain, tetapi saya tidak melakukannya.”

Arsenal akan berhadapan dengan Cardiff City pada tengah pekan nanti dan pertandingan ini akan menjadi momentum bagi mereka untuk kembali bangkit.

Ole Gunnar Solskajer Menjadi Kandidat Tertinggi Pelatih Utama

IONLIGA.net – Penampilan apik Manchester United Belakangan ini digadang-gadangkan menjadi modal utama Solskjaer agar dapat mempatenkan posisinya di kursi manager.

Belum lama ini , salah satu legenda Manchester United Ryan Giggs menuturkan kalau ia sependapat dengan para pengurus Manchester United dengan memposisikan Solskjaer sebagai pelatih utama.

Meskipun banyak kabar burung beredar bahwa Manajemen Manchester united tetap akan melanjutkan proyek mereka dengan mendatangkan Mauricio Pochettino.

Namun tampaknya kabar tersebut dibantah miring oleh salah satu pengurus Manchester United. Mereka menyebutkan bahwa Solskjaer Merupakan Kandidat paling kuat untuk menempati Posisi Manajer Utama.

Pada Momen seperti ini sebenarnya Kontrak Solskjaer Tergolong mudah di Manchester United, Ia hanya perlu membantu Manchester United sampai dengan Akhir Musim.

Namun diluar dugaan ia (Solskjaer) Mampu memposisikan dirinya dengan sempurna. Tujuh pertandingan ia menangkan secara beruntun & Memainkan peran penting Paul Pogba.

Sudah Menjadi Rahasia Umum bila Jose Mourinho mengekang Permainan Paul Pogba, Dimana Bersama Solskjaer, Pogba lebih improvisasi dengan alunan Permainannya.

Sementara itu Ryan Giggs yang merupakan mantan Setim Solskjaer pada masa-masa emasnya, mendukung penuh Solskjaer untuk menempati posisi utama kepelatihan Setan Merah.

Ryan Giggs menyarankan para petinggi Manchester United untuk bersikap netral, dengan melihat pencapaian serta peningkatan performa para pemain di bawah Solskjaer.

“Saya pikir pada awal ia bergabung ia harus memberikan kontribusi besar dengan kemenangan. Tapi apa yang kita lihat saat ini adalah diluar Ekspetasi kita, ia mampu membawa tim dengan sempurna” Pungkas Ryan Giggs.

“Apabila ia mampu membawa Manchester United pada Posisi empat besar diakhir musim , Saya kira tidak perlu menimbang lebih banyak untuk dirinya, ia (Solskjaer) harus memiliki kesempatan ini” Tegas Giggs.

Tidak Jadi Operasi, Benzema Akan Tetap Bermain Dengan Real Madrid Di Copa Del Rey

Striker Real Madrid, Karim Benzema harus membatalkan jadwal operasinya. Pemain yang berasal dari Prancis itu sesungguhnya akan segera menjalani operas pada tangannya.

Namun, operasi itu harus di batalkan, Marca melaporkan bahwa setelah kunjungan ke dokter spesialis yang bernama Miguel del Cerro, Benzema ternyata tidak mengalami patah tulang.

Hasil itu berdasarkan tes yang baru tentang cedera tangan Karim Benzema. Ini tentunya menjadi kabar yang baik untuk Real Madrid yang sedang membutuhkan tenaganya.

Menurut dokter spesialis itu, cedera tangan itu tidak akan menghambat Benzema untuk bermain. Del Cerro menyatakan bahwa tindakan pemulihan yang di lakukan kepada Karim Benzema tidak akan membuat sang pemain itu absen dari lapangan.

Secara teori, Karim Benzema awalnya harus absen selama tiga minggu untuk membela Real Madrid. Tetapi, mantan pemain Olympique Lyon itu ternyata bisa bermain degan memakai pelindung yang akan menutupi cedera pada tangannya.

Del Cerro sendiri pun percaya bahwa pelindung itu tidak akan mengganggu pergerakan Benzema di lapangan nanti. Los Blancos akan tetap dapat mengandalkan penyerang yang berusia 31 tahun itu.

Dengan kabar ini, Karim Benzema akan dapat terus bermain di laga Real Madrid yang selanjutnya. Pasukan Santiago Solari itu akan melawan Girona di leg pertama perempat final Copa del Rey, Kamis ( 24 Januari 2019 ).

Untuk saat ini, Real Madrid masih menduduki posisi ke tiga klasemen sementara Liga Spanyol. Dengan perolehan 36 poin dari 20 laga, atau tertinggal 10 poin dari FC Barcelona yang sedang memuncaki klasemen untuk saat ini.

Cristiano Ronaldo Masih Belum Menyerah Mengajak Marcelo Untuk Bergabung Ke Juventus

Cristiano Ronaldo masih belum lelah menggoda Marcelo agar dia bergabung dengannya di Juventus. Misi Cristiano Ronaldo belakangan ini semakin ringan kalau mengingat Marcelo sudah mulai terpinggirkan dari Real Madrid.

Sejak bertolak ke Turin dan bergabung berasma Juventus, CR7 memang ingin sekali mengajak Marcelo bersamanya. Keduanya itu di kenal berteman dan mempunyai hubungan yang sangat baik.

Namun, upaya Cristiano Ronaldo tidaklah mudah. Karena Marcelo sendiri juga pernah berkata kalau dia ingin menghabiskan kariernya itu di Real Madrid. Apalagi pada tahun yang lalu dia di tunjuk sebagai kapten kedua di Los Blancos.

” Real Madrid merupakan rumah kedua saya dan saya ingin sekali pensiun di sini,” ujar Marcelo pada waktu itu seperti yang di lansir AS. Dan itu bukanlah kali pertamanya Marcelo mengungkapkan keinginannya itu.

Meskipun demikian, Ronaldo kabarnya masih belum menyerah. Pemain yang berasal dari Portugal itu masih terus-terusan menggoda Marcelo agar dia bersedia untuk mengikuti jejaknya bergabung dengan si Nyonya Tua.

Juventus sendiri juga masih mempunyai Alex Alexandro di posisi bek kiri. Kontraknya itu baru saja di perpanjang sampai tahun 20123. De Sciglio juga dapat bermain di posisi itu. Walaupun demikian, Juventus masih menginginkan pemain papan atas yang bisa menjaga kedalaman permainan mereka.

Namun, belakangan ini ada yang mengganggu pikiran Marcelo. Itu setelah sang pelatih, Santiago Solari mulai melupakannya. Pemain yang berasal dari Brasil itu bahkan sama sekali tak mendapatkan kesempatan bermain dalam dua pertandingan yang terakhir Real Madrid.

Marcelo juga sudah mulai tidak di sukai oleh suporter Real Madrid. Dia di kritik oleh para fansnya sendiri pada saat Real Madrid kalah dengan skor 0-2 atas Real Sociedad di Santiago Bernabeu beberapa waktu yang lalu. Dia di salahkan atas terciptanya gol pertama oleh tim tamu pada pertandingan itu.

Marcelo di anggap tidak berada di posisinya pada saat tim tamu melancarkan serangan.

Manchester United Tertarik Dengan Bek Crystal Palace

Manchester United ( MU ) ingin menambahkan stok pemain di lini pertahanan. Sang Setan Merah sedang mempertimbangkan pemain yang bernama Aaron Wan-Bissaka yang berasal dari Crystal Palace.

Manchester United memang sedang mencari pemain yang baru untuk dijadikan stok posisi bek kanan mereka. Pasalnya, mereka di kabarkan akan segera kehilangan dua bek kanan mereka pada musim panas nanti.

Nama pemain itu adalah Antonio Valencia, dimana sang kapten di sebut tidak akan di perpanjang kontraknya. Selain itu, Matteo Darmian juga di kabarkan akan segera pergi setelah tidak mendapatkan jam bermain reguler di MU pada musim ini.

Setan Merah juga sendirinya di kabarkan sudah menemukan target yang potensial untuk sektor posisi bek kanan mereka. Setan Merah akan mencoba untuk mendatangkan pemain yang bernama Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace.

Aaron Wan-Bisaka sendiri adalah salah astu produk akademi dari Crystal Palace. Dia mendapatkan debutnya ditim utama The Eagles pada tahun 2016 yang lalu.

Di musim 2017/2018, Aaron Wan Bissaka masih belum mendapatkan banyak kesempatan untuk bermain.. Tetapi di musim ini, dia menjadi salah satu pemain kepercayaan Roy Hodgson, dimana dia sudah tampil sebanyak 21 kali di lini pertahanan The Eagles.

Performanya sendiri memang cukup stabil di lini pertahanan Crystal Palace. Alhasil Manchester United pun langsung tertarik untuk mendatangkannya sebagai pesaing dari Diogo Dalot.

Salah satu alasan kenapa Manchester United sangat tertarik untuk mendatakan bek yang berusi 21 tahun itu adalah, karena nilai transfernya yang terbilang murah.

Aaron Wan-Bissakan sendiri masih mempunyai kontrak yang cukup panjang di Crystal Palace. Kontraknya itu baru akan habis pada musim panas tahun 2022 yang akan datang.

Namun, dia di kabarkan memiliki klausul rilis yang terbilang murah, yaitu sekitar 20 juta pounds, alhasil membuat MU tertarik untuk mendatangkannya langsung ke Old Trafford.

Pensiun Dari Dunia Sepak Bola, Petr Cech Sudah Meraih Segalanya

Kiper Arsenal, Petr Cech, menjadikan musim 2018-2019 sebagai musim terakhirnya untuk berkarier sebagai seorang pesepak bola. Kiper yang berasal dari Republik Ceska itu sudah menjalani kariernya di Premier League selama 15 musim.

Petr Cech di pastikan akan meninggalkan Arsenal seusai musim 2018-2019. Kiper yang berasal dari Republik Ceko itu sudah menyatakan pensiun setelah sudah lebih dari 15 tahun lebih menjalani kariernya di Liga Inggris.

” Saya merasa sudah meraih segalanya di dunia sepak bola. Mungkin, sekarang sudah saat yang tepat untuk mengakhirinya,” ujar Petc Cech.

Walaupun begitu, Petr Cech berjanji akan terus memberi yang terbaik untuk Arsenal di sisa musim 2018-2019. Kiper yang jangkung itu ingin menutup kariernya dengan kemenangan.

” Saya sangat berharap dapat memenangkan satu trofi lagi pada musim ini bersama dengan Arsenal,” ujar Petr Cech yang berumur 36 tahun itu. ” Setelah itu, saya akan melihat apa yang dapat membuat saya bisa bertahan diluar lapangan sepak bola.”

Berawal di Chelsea

Petr Cech berhijrah ke Inggris pada saat Chelsea merekrutnya dari Rennes pada tahun 2004 yang lalu, setelah lebih dari 10 musim dia membela Chelsea, dia pun meninggalkan The Blues pada tahun 2015 dan mulai bergabung ke Arsenal.

Selama dia membela Chelsea, Petr Cech mengatarkan klub itu meraih gelar Premier League sebanyak 4 kali, FA Cup sebanyak 3 kali, Liga Europa dan Liga Champions. Posisinya sempat tergusur setelah Chelsea mempunyai Thibaut Courtois.

Tergusur oleh Bernd Leno

Sejak dia hijrah ke Arsenal, Petr Cech mempersembahkan sebuah gelar Piala FA pada musim 2016-2017. Pada musim 2018-2019, posisi Petr Cech saat di Arsenal tergusur dikarenakan kehadiran dari Bernd Leno. Kontrak Cech bersama dengan Arsenal pun akan segera berakhir pada bulan juni 2019.

Arsenal Akan Menjual Ozil Untuk Membeli Pemain Baru

Keadaan Mesut Ozil di Arsenal terlihat semakin memburuk, gelandang yang berasal dari Jerman itu sudah jarang di mainkan dalam beberapa pertandingan terakhir, bahkan dia juga beberapa kalu tidak masuk dalam skuat.

Sejak kedatangan Unai Emery, Arsenal sudah mengalami perubahan masif. Juru racik yang berasal dari Spanyol itu bertangan dingin dan berani untuk mencadangkan beberapa pemain yang sebelumnya kebal diera Arsene Wenger, salah satunya adalah Ozil.

Sudah beberapa kali Unai Emery sengaja tidak mengikutkan Ozil untuk bertanding. Terakhir, pada saat Arsema; di kalahkan oleh West Ham Uniter dengan skor ( 0-1 ), akhir pekan yang lalu, tidak ada nama Ozil di dalam skuat Arsenal.

Unai Emery tidak mau berdalih sedikit pun, dia menegaskan kepada para pemain yang ada di skuad Arsenal merupakan pemain yang layak. Ucapannya itu menimbulkan banyak spekulasi tentang masa depan Ozil.

Mesut Ozil merupakan salah satu pemain dengan gaji paling besar di Arsenal, yaitu 350.000 pound per pekan, tentunya besaran gaji itu menimbulkan banyak masalah pada skuat Arsenal kalau di hitung secara keseluruhan.

Pertama, Arsenal menjadi kekurangan dana untuk mendatangkan pemain-pemain baru yang hebat karena harus membayar gaji yang begitu besar setiap pekan. Kedua, banyak pemain dari Arsenal yang menuntu kenaikkan gaji.

Terbukti, Aaron Ramsey akhirnya tidak pernah mencapai kata sepakat tentang kontrak baru. Kabarnya Aaron Ramsey menginginkan gaji yang sebesar Ozil untuk membayar kontrak barunya, tetapi Arsenal tidak mau memenuhi tuntutan itu.

Alasan Wonderkid Dari Prancis Memilih Barcelona Daripada Juventus

FC Barcelona berhasil memenangkan persaingan untuk mendapatkan bek yang berbakat dari Prancis yang bernama Jean-Clair Todibo. Sang pemain akan segera pindah ke Nou Camp pada musim panas tahun 2019 mendatang.

Untuk mendapatkan Todibo, FC Barcelona tidak perlu mengeluarkan dana sepeser pun. Karena kontrak pemain yang berumur 19 tahun itu bersama dengan Toulouse akan segera habis pada akhir musim nanti.

FC Barcelona juga sudah mengumumkan tentang kepindahan Todibo pada bulan Januari 2019 ini. Sesuai dengan peraturan FIFA, pemain yang sudah akan habis masa kontraknya pada akhir musim ini sudah bisa menjalin prakontrak sejak dari bulan Januari.

Keputusan yang diambil Todibo untuk memilih FC Barcelona di katakan hanya karna faktor uang semata. Balugrana berani memberikan Todibo gaji yang besar. Hal itu langsung di bantah oleh agen Todibo, Bruno Satin.

” Dia memilih FC Barcelona karena tahu sejarah mereka. FC Barcelona itu merupakan klub yang sangat besar dan sewaktu dia kecil, dia memimpikan bisa bermain bersama mereka. Uang tidak ada kaitannya sama sekali dengan keputusannya,” ujar Bruno Satin.

Salah satu klub yang mengincar Todibo juga adalah Juventus. Tetapi Todibo tidak berani pindah ke Juventus karena takut akan sulit melengserkan Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.

” Selain itu, di bandingkan dengan klub yang lain yang tertarik, dia akan tetap mempunyai lebih banyak peluang untuk bermain. Juventus juga menginginkan dia. Saya sudah bertemu beberapa kali dengan Juventus, yang sangat menginginkan Todibo. Dan akhirnya Todibo memilih FC Barcelona karena dia pikir dia akan lebih sering dimainkan disana. Di Juventus, banyak pemain bek yang top,” ujar Satin.

 

Romero Membeberkan Bagaimana Cara Solskjaer Yang Mengejutkan Saat Melatih Kiper MU

Sergio Romero menjadi Man of The Match Manchester Uniter ( MU ) saat menang dengan skor 2 – 0 atas Reading di kandang mereka Old Trafford Stadium, 5 Januari 2019 diajang Piala FA. Pada laga itu, dia melakukan enam kali penyelamatan dibawah mistar gawang dari Setan Merah, julukan dari Manchester United ( MU ).

Dalam laga saat melawan Reading, Romero menghentikan peluang-peluang lawan dari kaki Andy Yiadom, Danny Loader, Sone Aluko dan Callum Harriott.

Sergio Romero mengatakan bahwa kecemerlangannya dibawah mistar gawang MU itu berkat hasil dorongan dari Ole Gunnar Solskjar, yang menggantukan Jose Mourinho. Bersama dengan Solskjaer dan pelatih kiper Manchester United ( MU ) saat ini, Emilio Alvarez, Romero mendapatkan ilmu yang baru.

” Kami ( kiper MU ) bekerja sangat keras bersama dengan Emilio Alvarez. Dan belum lama ini, kami di latihan dengan keras untuk menghentikan bola-bola crossing,” ujar Romero.

” Dalam latihan itu, kami tidak boleh melakukan reaksi tunggal, tetapi harus multi-fungsi. kami harus berpikir dengan cepat untuk melakukan clearance, memblok, meninju ataupun menendang bola untuk menghentikan serangan dari lawan,” ujar kiper MU yang berasal dari Argentina itu.

Sergio Romero melanjutkan, Emilio Alvarez dan Solskjaer menuntuk para kiper Setan Merah untuk bergerak cepat. ” Kecepatan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menghentikan bola hasil tembakan langsung ataupun tandukan dari lawan,” ujar Romero.

” Kami juga di tuntut cepat. Seberapa cepat kamu bisa jatuh ke tanah untuk memblok, melawan bola yang terlihat sulit dan melakukan tembakan kegawang,” ujar kiper yang berusia 31 tahun itu.

” Ada banyak sekali pekerjaan yang kami lakukan, mempertahankan kompetensi dan kemampuan tingkat tinggi. Itu merupakan latihan yang sangat berat,” ujar Romero.