Perbedaan HHS dengan ketoasidosis diabetik

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) dan Ketoasidosis Diabetik (DKA) adalah dua komplikasi serius dari diabetes mellitus yang memerlukan penanganan medis segera. Meskipun keduanya disebabkan oleh hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), ada perbedaan mendasar dalam mekanisme, gejala, dan pengelolaan masing-masing kondisi.

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS)

Definisi dan Patofisiologi

HHS adalah komplikasi dari diabetes tipe 2 yang ditandai oleh kadar gula darah sangat tinggi (biasanya lebih dari 600 mg/dL) tanpa adanya ketoasidosis signifikan. Kondisi ini menyebabkan dehidrasi berat dan peningkatan osmolaritas serum (lebih dari 320 mOsm/kg).

Penyebab

  • Infeksi: Infeksi berat seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih.
  • Penyakit Akut: Stroke, serangan jantung, atau pankreatitis.
  • Obat-obatan: Steroid atau diuretik yang meningkatkan kadar gula darah.
  • Ketidakpatuhan: Pasien yang tidak mengikuti regimen pengobatan diabetes.
  • Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan atau kehilangan cairan yang berlebihan.

Gejala

  • Poliuria (sering buang air kecil)
  • Polidipsia (haus berlebihan)
  • Dehidrasi (kulit kering, mulut kering)
  • Kelemahan otot dan kelelahan
  • Kebingungan atau delirium, yang bisa berkembang menjadi koma
  • Penglihatan kabur

Pengelolaan

  • Rehidrasi: Pemberian cairan intravena (salin normal, kemudian cairan hipotonik).
  • Insulin: Pemberian insulin intravena untuk menurunkan kadar glukosa darah.
  • Koreksi Elektrolit: Pengawasan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit.
  • Penanganan Penyebab: Identifikasi dan pengobatan kondisi penyebab.

Ketoasidosis Diabetik (DKA)

Definisi dan Patofisiologi

DKA adalah komplikasi dari diabetes tipe 1 (dan kadang-kadang tipe 2) yang terjadi akibat kekurangan insulin absolut atau relatif, yang menyebabkan produksi keton oleh hati. Keton ini menyebabkan asidosis metabolik, dengan kadar glukosa darah biasanya antara 250-600 mg/dL.

Penyebab

  • Infeksi: Infeksi yang meningkatkan kebutuhan insulin.
  • Penghentian Insulin: Ketidakpatuhan terhadap regimen insulin.
  • Stres Fisik atau Emosional: Stres yang meningkatkan kadar hormon kontrainsulin.
  • Penyakit Akut: Serangan jantung, stroke, atau trauma.

Gejala

  • Poliuria dan polidipsia
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Napas cepat dan dalam (Kussmaul respiration)
  • Bau napas seperti buah karena keton
  • Kelelahan ekstrem
  • Kebingungan, bisa berkembang menjadi koma

Pengelolaan

  • Rehidrasi: Pemberian cairan intravena (salin normal, kemudian salin setengah normal).
  • Insulin: Pemberian insulin intravena untuk menurunkan kadar glukosa dan menghentikan produksi keton.
  • Koreksi Elektrolit: Pengawasan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit, terutama kalium.
  • Penanganan Penyebab: Identifikasi dan pengobatan kondisi penyebab.