Solari Tidak Kenal Kata Takut Melawan Messi

Santiago Solari selaku pelatih klub Real Madrid mengaku timnya siap untuk menghadapi Barcelona pada leg kedua semifinal Copa del Rey 2018/19. Pada pertandingan leg pertama, pertandingan berakhir imbang dengan skor 1 – 1.

Seperti yang kita tahu, El Clasico merupakan laga paling bergengsi di Spanyol. Bayangkan saja dua tim terbesar Spanyol akan berhadapan dan pemenang dari pertandingan in akan naik pamor.

Barca bertamu ke markas Real Madrid dengan penuh kepercayaan diri, begitu juga tim tuan rumah akan menyambut tim tamu dengan skuat terbaiknya.

Lionel Messi menjadi penentu kemenangan Barcelona di banyak pertandingan. Pemain yang dijuluki La Pulga ini disebut sebagai pemain ajaib, bahkan tidak sedikit yang mengatakan Messi adalah pemain terbaik di dunia.

Meski demikian, Solari mengaku timnya sudah sangat siap untuk menghadapi gempuran Barcelona. Bahkan tidak pernah terbesit di benaknya rasa takut akan Messi.

“Kami menikmati kompetisi ini dan kami akan menyalurkan semua perasaan dan jiwa kami kedalam pertandingan ini,” ungkap Solari di laman resmi Madrid.

“Kami akan berjuang untuk meraih kemenangan.”

“Pertandingan ini akan menggetarkan Spanyol, ini adalah El Clasico dan pertandingan ini telah merubah Spanyol menjadi ibukota sepakbola terbaik di dunia.”

“Leg pertama sudah selesai, ini adalah leg kedua dan kami bermain di rumah kami sendiri. Leg pertama berjalan dengan hebat, begitu juga di leg kedua nanti.”

 

Klarifikasi Sarri Terkait Adu Mulut Dengan Kepa

Kepa Arrizabalaga, kiper muda klub Chelsea sempat memperlihatkan sikap yang kurang terpuji kepada pelatihnya, Maurizio Sarri. Sikap tidak menyenangkan tersebut ditunjukkan pada pertandingan melawan Manchester City di kompetisi Carabao Cup.

Padahal pertandingan tersebut merupakan pertandingan yang sangat krusial. Pasalnya pertandingan tersebut merupakan pertandingan final untuk memperebutkan trofi Carabao Cup. Pada pertandingan tersebut, Manchester City keluar sebagai juara setelah memenangkan babak adu pinalti.

Kepa sejatinya sudah menunjukkan aksi heroiknya ketika menghadang tendangan dari Leroy Sane. Sayangnya hal tersebut belum bisa membawa Chelsea untuk menang.

Namun ada hal menarik yang terjadi, yakni ketika terjadi adu mulut antara Kepa dengan Sarri. Sang pelatih sebenarnya akan menggantikan Kepa dengan Willy Cabalero, sayangnya sang kiper justru tidak mau mendengarkan perkataan sang pelatih. Bahkan ia tetap bermain pada babak adu pinalti tersebut.

Namun setelah pertandingan berakhir, Sarri memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

“Yang terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman. Saya tahu dia mengalami kram, saya tidak ingin ia berada dalam kondisi itu ketika babak adu pinalti.”

“Mental kepa sudah tepat, sayangnya eksekusinya saja yang salah. Secara mental ia sudah benar.”

“Tapi sebuah kesalahpahaman dengan pemain bisa menjadi masalah besar, terutama dihadapan media.”

Sikap Kepa menuai banyak kritikan, termasuk dari banyak legenda Chelsea. Chris Sutton juga melayangkan kritikan pedas terhadap sikap Kepa. Bahkan banyak legenda Chelsea yang meminta agar Kepa segera dikeluarkan dari klub.

Valverde Beri Komentar Terkait Rumor Penurunan Performa Lionel Messi

Belakangan ini banyak kritikan yang dilayangkan publik terhadap Lionel Messi. Sang mega bintang Barcelona tersebut dinilai mengalami penurunan performa di beberapa laga terakhirnya. Bahkan Messi juga gagal mencetak gol, satu-satunya gol yang dicetak mesi dalam empat laga terakhir berasal dari titik putih.

Seperti yang kita tahu, Barcelona hanya berhasil menang satu kali dari lima pertandingan mereka di semua kompetisi. Dalam lima pertandingan tersebut, Lionel Messi dan Luis Suarez menjadi pemain yang paling banyak mendapatkan sorotan publik.

Jika kita melihat era kepelatihan Ernesto Valverde, masalah utama Barcelona masih sama, yakni sulitnya melakukan rotasi pemain. Setiap Messi diistirahatkan, Barcelona selalu kesulitan meraih kemenangan. Hal ini yang seharusnya dibenahi oleh Barcelona.

Menurut kabar yang beredar, Messi dianggap kelelahan dan menahan cedera otot yang menyerangnya dulu. Banyak spekulasi yang bermunculan yang mengatakan performa Messi tidak sempurna karena cedera tersebut.

Sayangnya Valverde justru membantah kabar tersebut. Sang pelatih justru mengatakan Messi sedang berada dalam kondisi terbaiknya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada yang perlu diragukan dari penampilan Messi.

“Saya melihat Messi tidak ada masalah dengan cedera. Saya pastikan ia berada dalam kondisi terbaiknya. Lawan-lawannya juga pasti berfikir sama dengan saya.”

Barcelona akan bertamu ke markas Sevilla pada pertandingan lanjutan La Liga. Sebelumnya pada pertandingan perempat final leg pertama Copa del Rey, Barcelona harus menelan kekalahan 0-2 tanpa kehadiran Messi. Apakah rekor tersebut akan kembali terulang atau Barcelona justru bisa bangkit dan membalasnya ? Kita lihat saja nanti.

Allegri Pasang Badang Terkait Kritikan Yang Menghujani Ronaldo

Massimiliano Allegri akhirnya angkat suara terkait kritikan yang menghujani Cristiano Ronaldo. Allegri menjelaskan bahwa Ronaldo sejatinya sudah menunjukkan performa maksimal ketika berhadapan dengan Atletico Madrid.

Juventus harus kalah di leg pertama babak 16 besar Champions League. Mereka harus puas dengan kekalahan 0 – 2 atas tuan rumah, Atletico Madrid.

Hasil ini tentu menuai banyak kritikan dari para penggemar, terutama kritikan yang ditujukan bagi sang mega bintang Cristiano Ronaldo.

Namun Allegri mengatakan bahwa kritikan tersebut tidaklah tepat. Menurutnya Ronaldo sudah berjuang sebaik mungkin pada pertandingan tersebut.

“Permainan Ronaldo sudah sangat baik ketika berhadapan dengan Atletico,” buka Allegri seperti dilansir oleh Goal International.

Menurut Allegri, semua pemain sudah berjuang dengan sangat keras untuk bisa menang atas Atletico Madrid, termasuk Ronaldo. Ia juga menegaskan bahwa kekalahan itu adalah hal yang wajar dalam sepakbola.

“Ronaldo dan semua pemain sudah berjuang dengan keras untuk meraih kemenangan. Namun hasil berkata lain. Kalah dan menang itu sudah biasa dalam sepakbola, terkadang kalian juga bisa kalah meski yang bermain adalah Ronaldo.”

Pertandingan lanjutan leg kedua antara Juventus dan Atletico Madrid akan dihelat di Allianz Stadium Turin pada tanggar 13 Maret mendatang. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan emas bagi Juventus untuk membalaskan kekalahan mereka di markas Atletico kemarin, pertandingan ini juga akan menjadi tantangan bagi Ronaldo untuk membuktikan kualitasnya didepan fans Juventus.

Sarri: Saya Akan Bekerja Keras Tuk Bawa Perubahan Di Chelsea

Chelsea harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri saat berhadapan dengan Manchester United pada putaran kelima FA Cup kemarin. Tapi kekalahan Chelsea tampaknya tidak akan berpengaruh banyak terhadap masa depan Maurizio Sarri di Chelsea. Sang pelatih percaya skuatnya sudah bermain baik pada pertandingan tersebut meski harus menelan kekalahan.

Musim ini merupakan musim pertama Sarri bersama Chelsea. Jadi banyak orang yang menganggapnya wajar jika pada awal musim seperti ini Sarri masih gagal menerapkan taktik yang diinginkannya.

Sebelumnya Chelsea berhasil memenangkan pertandingan dengan raihan lima gol tanpa balas, namun pada pertandingna berikutnya mereka harus kalah empat gol serta enam gol tanpa balas. Ini berarti Chelsea masih belum bisa mempetahankan konsistensinya dalam bermain. Melihat rumor yang beredar, Sarri berkata bahwa dirinya hanya akan fokus di Chelsea dan akan bekerja keras disana.

Sebagai pelatih baru, Sarri memang butuh waktu untuk menerapkan taktiknya. Namun yang menjadi permasalahan adalah, Chelsea dikenal sebagai klub yang tidak sabaran sehingga Sarri terancam akan dipecat jika tidak bergerak cepat dan membawa perubahan di klub.

“Itu bukan masalah saya, saya disini untuk melatih dan bekerja keras. Saya akan berusaha untuk membuat tim ini berkembang dalam beberapa hari kedepan,” ungkap Sarri seperti dilansir pihak Fotball London.

“Saya paham kekecewaan klub dan para fans, kami juga tersingkir dari FA Cup. Saya paham akan hal itu, tapi memenangkan lima pertandingan beruntun bukanlah hal yang mudah. Saya akan terus bekerja keras dan membawa perubahan untuk klub,” tutup Sarri.

Tonito: Ronaldo Takkan Berhenti Berlatih Jika Tidak Dipaksa

Tampaknya kabar yang mengatakan Cristiano Ronaldo sebagai sosok yang gila berlatih bukanlah omong kosong belaka. Pasalnya dirinya sudah dikenal sebagai pemain yang sangat giat berlatih sejak bertahun-tahun lalu, bahkan ketika ia masih bermain di Sporting Lisbon. Menurut kabar yang beredar, Ronaldo bahkan harus dipaksa untuk berhenti berlatih, jika tidak ia akan lupa waktu dan akan terus melanjutkan latihan seorang diri.

Saat ini Ronaldo tengah menjadi mega bintang di Juventus. Kedatanganya ke Juventus juga membawa dampak yang sangat besar. Namun, sebelum menjadi seorang pemain bintang, Ronaldo sudah dikenal sebagai pemain yang penuh kerja keras. Hal ini diungkapkan oleh rekan satu timnya dulu di Sporting Lisbon, yakni  Tonito.

“Selama latihan berlangsung, Ronaldo tanpa ragu berani berhadapan dengan pemain  veteran. Saya sering mengingatkannya agar jangan terlalu berlebihan,” buka Tonito kepada La Gazetta dello Sport.

“Saya juga sering memberikan tumpangan kepada Ronaldo ketika menuju tempat latihan. Tetapi karena dia sangat giat berlatih, kadang saya harus menunggu hingga 1 jam seusai latihan karena ia masih berada di lapangan untuk berlatih.”

“Terkadang saya suka mengetuk jendela kaca ruangan gym untuk memanggil Ronaldo dan berkata: Ayolah Cris, sesi latihan sudah usai.”

Ketika Ronaldo ditanya terkait kemungkinannya untuk kembali ke Sporting, Ronaldo menjawab bahwa dirinya saat ini nyaman berada di Juventus, namun dalam sepakbola, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi.

“Dalam sepakbola, kita tidak tahu apa yang menanti kita di depan. Namun saya disambut dengan baik di Turin. Saya akan terus melangkah maju dan menatap masa depan,” jawab Ronaldo.

Situasi Icardi Di Inter Saat Ini Sangat Memprihatinkan

Situasi yang dihadapi Mauro Icardi di Inter Milan sedang dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Pasalnya ban kapten yang biasa ia kenakan harus dicopot. Ini berarti sosok Icardi sudah bukan lagi pemimpin skuat Inter. Bahkan ia juga tidak bermain ketika Inter berhadapan dengan Rapid Vienna.

Icardi sendiri masih memiliki kontrak bermain di Inter hingga tahun 2021, namun ada begitu banyak penawaran dari tim besar, karena hal inilah Inter mencoba untuk memagari sang pemain, awal mula perseteruan antara Inter dengan Wanda Nara ( istri sekaligus agen Icardi ).

Seperti yang kita tahu, komentar yang keluar dari mulut Wanda memang kerap berubah-ubah. Awalnya ia pernah berkata bahwa Icardi akan menandatangani kontrak barunya dengan Inter, namun sepekan kemudian, Wanda justru mengeluarkan statement yang berbeda.

“Ada perang kecil antara Inter dengan Wanda. Perseteruan mereka kerap muncul di media belakangan ini. Icardi sudah menjadi seorang kapten yang luar biasa di Inter. Tapi dalam situasi ini, tentu ia akan memihak istrinya, icardi hanya menjadi korban disini,” ungkap Dietl selaku Area Manager Transfermarket.

Mario Sconcerti selaku jurnalis yang sudah lama bekerja di Inter juga membocorkan perihal masalah ini. Ia mengatakan bahwa Giuseppe Marotta harus sampai turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saat ini situasinya sangat tidak jelas, ada perpecahan antara pihak Icardi dengan Inter, Wanda terus memancing permasalahan baru. Situasi ini hampir menyentuh titik jenuh dari keduabelah pihak.”

“Marotta harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Agen Icardi sudah memecah belah Inter dan ini sangat berbahaya.”

Solskjaer: Wasit Tidak Adil !

Akhirnya Manchester United menelan kekalahan pertama semenjak dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Mereka harus menelan kekalahan pahit saat berhadapan dengan PSG di kompetisi Liga Champions. Pada laga tersebut, Solskjaer juga mengutarakan keluh kesahnya terhadap performa wasit disepanjang pertandingan tersebut.

Bermain di kandang, United justru harus kalah tanpa balas, dimana mereka kejebolan dua gol tanpa mampu membalas satu gol-pun. Tidak sampai disitu saja, Paul Pogba sang mega bintang United juga dihadiahkan kartu merah oleh wasit. Dirinya dianggap melakukan kontak fisik yang fatal terhadap pemain PSG.

Sayangnya keputusan wasit tersebut dianggap tidak adil. Solskjaer bahkan buka suara terkait hal ini. Menurutnya pemain PSG justru lebih banyak melakukan pelanggaran yang fatal, terutama Kimpempe.

“Seharusnya Kimpempe yang harus diusir keluar, mereka sangat beruntung,” buka Solskjaer kepada MUTV.

“Kalian bisa lihat bagaimana ia menjatuhkan Rashford ke tanah di babak kedua, tapi apa yang dilakukan wasit ? Tidak ada !”

“Saya pikir tidak ada gunanya lagi membicarakan itu sekarang, semua sudah berlalu dan sudah tidak penting lagi.”

“Saya kecewa Pogba tidak bisa dimainkan pada babak kedua. Ia adalah pemain yang hebat. Ia bahkan dijaga oleh tiga pemain dan masih bisa mengatasinya. Ini membuktikan betapa baiknya kualitas Pogba. Kehilangan dia menjadi hantaman keras bagi kami.”

United akan berhadapan dengan Chelsea pada hari Selasa 19/2 dalam pertandingan lanjutan FA Cup.

Ter Stegen Jadi Prisai Tangguh Barcelona

Barcelona harus meraih hasil imbang ketika bertamu ke markas Athletic Bilbao. Bahkan pertandingan tersebut harus ditutup dengan skor 0 – 0.

Ya, tidak dapat dipungkiri, Barcelona memang terlihat kesulitan dalam laga tersebut. Kran gol yang sebelumnya mengalir dengan lancar harus tersumbat pada pertandingan tersebut. Beruntungnya mereka tidak sampai kalah ketika melawan Bilbao.

Sebenarnya tim tuan rumah berhasil menggempur pertahanan tim tamu, bahkan jumlah tembakan yang dilesatkan Bilbao jauh lebih banyak ketimbang Barcelona, yakni 13 : 10. Sedangkan untuk tembakan on target, Bilbao unggul dengan perbandingan 5 : 2.

Lima tembakan on target tersebut dilesatkan oleh Raul Garcia ( 2 ), Inaki Williams ( 2 ) serta Markel Susaeta. Namun Ter Stegen yang berada dibawah mistar gawang Barcelona mampu mementahkan semua peluang tersebut. Berkat penyelamatannya tersebut, Ter Stegen menjadi man of the match pada pertandingan tersebut.

Dengan hasil tersebut, ini berarti Stegen sudah berhasil melakukan  30 penyelamatan dari 34 tembakan tepat sasaran terakhir bersama klubnya, Barcelona.

Dari 34 tembakan on target, Stegen juga hanya kebobolan empat kali. Sayangnya perisai utama Barcelona tidak bisa membawa kemenangan, seharusnya Barcelona bisa menang jika lini depan sama tajamnya dengan lini pertahanan, sayangnya semua tendangan on target Barcelona pada pertandingan tersebut masih belum bisa membuahkan gol.

Sebagai tambahn informasi, dua tembakan on target Barcelona dilesatkan oleh Lionel Messi dan juga Dembele. Tidak sedikit juga kritikus sepakbola yang mengatakan hasil seri ini merupakan sebuah keberuntungan bagi klub sebesar Barcelona.

Simeone: Modric Masih Jadi Pemain Terbaik Madrid

Atletico Madrid akan berhadapan dengan Real Madrid pada pekan ke-23 La Liga. Diego Simeone selaku pelatih Atletico Madrid membeberkan siapa pemain Real Madrid yang paling ia takuti dan harus diwaspadai nanti.

Karim Benzema dan Vinicius Junior memang tampil impresif belakangan ini. Namun sosok yang paling diwaspadai Simeone bukanlah mereka.

Menurut sang pelatih, sosok yang paling berbahaya di Madrid justru jatuh pada Luka Modric. Menurutnya, Modric saat ini masih menjadi pemain terbaik di Madrid sehingga butuh penanganan khusus.

“Menurut saya, pemain terbaik di Real Madrid bukanlah Karim Benzema atau Vinicius, namun yang paling berbahaya adalah Luka Modric. Ia adalah sosok yang menentukan semuanya di Madrid,” buka Simeone kepada pihak Marca.

Selain Luka Modric, masih ada satu nama yang menjadi concern dari sang pelatih, ia adalah Thibaut Courtois. Sang kiper sendiri merupakan mantan penjaga gawang Atletico Madrid, oleh karena itu ia paham betul seperti apa potensi yang ada didalam diri Thibaut Courtois.

“Dia pernah berada disini, dan saya tahu betul pemain seperti apa dia ( Thibaut Courtois ). Saya tidak perlu menempatkan diri sebagai orang lain untuk bisa memahami apa yang ada di Madrid saat ini.”

“Courtois adalah pemain yang fantastis. Sudah banyak penyelamatan yang ia lakukan di depan gawang. Sekarang ia bermain untuk klub yang hebat dan sedang menikmati masa emas karirnya bersama Madrid,” tutup Simeone.